23 Mar Fungsi Hario Kettle Saat Proses Manual Brewing

Saat melakukan proses manual brewing dengan metode pour over, membutuhkan beberapa peralatan untuk menghasilkan kopi yang sempurna. Saat melakukan manual brewing, peralatan seperti dripper, kertas filter, server hingga ketel sangat diperlukan. Namun, tidak semua proses manual brewing menggunakan ketel, seperti Vietnamese drip, Syphon, Aeropress, dan French Press. Ketel sangat dibutuhkan saat kita melakukan penyeduhan kopi dengan pour over atau dengan V60.

 

Ketel leher angsa bisa dibilang sebagai ikon dari proses manual brewing kontemporer saat ini. Di desain dengan elegan dan memiliki gagang yang ergonomis serta spouts runcing yang menyerupai leher angsa sangat ideal saat melakukan proses penyeduhan kopi dengan takaran yang sesuai keinginan. Setiap barista berpengalaman pasti sudah tahu fungsi dan kegunaan ketel saat melakukan penyeduhan kopi.

Di Indonesia sendiri, jenis ketel yang beredar dan biasa digunakan oleh para barista di coffee shop ternama sangat bervariasi. Namun, ada satu nama yang sangat umum digunakan oleh para barista saat melakukan proses menual brewing, yaitu Hario V60 Pouring Kettle “Buono. Dalam metode manual brewing, diperlukan ketelitian pada saat penuangan air pada kopi. Karena dengan tidak diukurnya saat melakukan penuangan, akan menyebabkan tidak sempurnanya proses brewing dan rasa dari kopi akan berkurang atau bahkan terlalu kuat.

Menggunakan ketel leher angsa dapat meminimalisir air yang keluar. Hario Kettle “Buono” mampu mengendalikan keluarnya air dan mengontrol laju air saat digunakan. Maka, dalam proses pour over, ketel leher angsa sangat berperan untuk menentukan kualitas rasa dari kopi. Karena dalam proses manual brewing, para barista berpengalaman tidak bisa menggunakan ketel biasa dan harus menggunakan ketel leher angsa.

www.hario.co.id